Rabu, 24 November 2010

tgs etika yg kedua

1. Contoh - contoh penerapan etika bisnis dalam perusahaan.

Dimanapun kita bekerja, kejujuran, integritas, kepercayaan, saling menghargai dan kerjasama selalu menjadi dasar terciptanya dan selalu terjaganya reputasi bisnis yang sehat.

Etika bisnis terbagi atas 2 bagian:

· Nilai-nilai yang mendasari cara / proses bekerja di Perusahaan
Visi, misi dan nilai-nilai yang berlaku di Perusahaan yang harus dipelihara dengan selalu mempertahankan standar dalam berperilaku

· Etika Bisnis sebagai pedoman cara kita berperilaku di Perusahaan

- Tugas apa saja yang harus kita lakukan?

- Tanggung jawab dari kita

- Bagaimana kita harus berperilaku terhadap orang lain?

- Pelaporan kecurangan, perilaku yang tidak jujur atau perilaku yang tidak pada tempatnya

- Kecurangan, korupsi atau transaksi tidak wajar

- Pertentangan kepentingan atau tugas

- Yang harus dilakukan jika timbul pertentangan

- Memberikan Tanggapan di muka umum

- Menggunakan Informasi

2. Contoh – contoh penerapan moral dalam menjalankan perusahaan:

Moral Bisnis itu diterapkan secara internal dan eksternal. Bisnis yang beretika memperlakukan setiap konsumen dan karyawannya dengan bermartabat dan adil. Moral juga diterapkan di dalam ruang rapat direksi, ruang negosiasi, di dalam menepati janji, dalam memenuhi kewajiban terhadap karyawan, buruh, pemasok, pemodal dll. Singkatnya, ruang lingkup Moral bisnis itu universal.
- Moral Bisnis itu membutuhkan keuntungan. Bisnis yang bermoral adalah bisnis yang dikelola dengan baik, memiliki sistem kendali internal dan bertumbuh. Moral adalah berkenaan dengan bagaimana kita hidup pada saat ini dan mempersiapkan diri untuk masa depan. Bisnis yang tidak punya rencana untuk menghasilkan keuntungan bukanlah perusahaan yang bermoral.
- Moral Bisnis itu berdasarkan nilai. Perusahaan yang bermoral harus merumuskan standar nilai secara tertulis. Rumusan ini bersifat spesifik, tetapi berlaku secara umum. Moral menyangkut norma, nilai dan harapan yang ideal. Meski begitu, perumusannya harus jelas dan dapat dilaksanakan dalam pekerjaan sehari-hari.
- Moral Bisnis itu dimulai dari pimpinan. Ada pepatah, “Pembusukan ikan dimulai dari kepalanya.” Kepemimpinan sangat berpengaruh terhadap corak lembaga. Perilaku seorang pemimpin yang bermoral akan menjadi teladan bagi anak buahnya.

3. Persamaan dan perbedaan anatara IAI dan PII:

A. Persamaan IAI dan PII
Adapun persamaan organisasi profesi IAI dan PII terletak pada fungsi pokok dalam kerangka peningkatan profesionalisme sebuah profesi, yaitu :
1. Mengatur keanggotaan organisasi
Dalam hal ini, organisasi profesi menentukan kebijakan tentang keanggotaan, struktur organisasi, syarat-syarat keanggotaan sebuah profesi dan kemudahaan lebih lanjut lagi menentukan aturan-aturan yang lebih jelas dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.
2. Membantu anggota untuk dapat terus memperbaharui pengetahuan sesuai perkembangan teknologi.
Organisasi profesi melakukan kegiatan-kegiatan yanng bermanfaat bagi anggotanya untuk meningkatkan pengetahuan sesuai perkembangan dan tuntutan masyarakat yang membutuhkan pelayanan profesi tersebut.
3. Menentukan standarisasi pelaksanaan sertifikasi profesi bagi anggotanya.
Sertifikasi merupakan salah satu lambang dari sebuah profesionalisme. Dengan kepemilikkan sertifikasi yang di akui secara nasional maupun internasional maka orang akan melihat tingkat profesionalisme yang tinggi dari pemegang sertifikasi tersebut.
4. Membuat kebijakan etika profesi yang harus diikuti oleh semua anggota.
Etika profesi merupakan aturan yang diberlakukan untuk seluruh anggota organisasi profesi. Aturan tersebut menyangkut hal-hal yang boleh dilakukan maupun tidak serta pedoman keprofesionalan yang digariskan bagi sebuah profesi.
5. Memberi sangsi bagi anggota yang melanggar etika profesi.
Sangsi yang diterapkan bagi pelanggaran kode etik profesi tentunya mengikat semua anggota. Sangsi berfariasi, tergantung jenis pelanggaran dan bisa bersifat internal organisasi seperti misalnya Black List atau bahkan sampai dikeluarkan dari organisasi profesi tersebut.
B. Perbedaan IAI dan PII
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
Merupakan organisasi yang mengatur standar profesionalisme dan aturan etika bagi profesi akutan di indonesia. Keanggotaan dari IAI bersifat sukarela. Dengan menjadi anggota, seorang akuntan mempunyai kewajiban menjaga disiplin diri di atas dan melebihi yang di syaratkan hukum dan peraturan.
Persatuan Insinyur Indonesia (PII)
Merupakan organisasi profesi insinyur indonesia yang terdiri dari anggota-anggota yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang teknik, seperti : teknik mesin, teknik elektro, teknik kimia, dll.




Senin, 22 November 2010

etika bisnis

1.Tuliskan beberapa pengertian etika selain yang dijelaskan minimal 2 ??
etika berasal dari bahasa yunani yaitu ethos yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat kebiasaan di mana etika berhubungan erat dengan konsep individu atau kelompok sebagai alat penilai kebenaran atau evaluasi terhadap sesuatu yang telah dilakukan.

Etika adalah sebuah refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma moral yang menentukan dan terwujudnya dalam sikap dan pola perilaku hidup manusia, baik secara pribadi maupun sebagai kelompok

menurut Magnis Suseno, Etika adalah sebuah ilmun dan bukan sebuah ajaran.Yang memberi kita norma tentang bagaimana kita harus hidup adalah moralitas. Sedangkan etika justru melakukan refleksi kritis atau norma atau ajaran moral tertentu. Atau kita bisa juga mengatakan bahwa moralitas adalah petunjuk konkret yang siap pakai tentang bagaimana kita harus hidup.

Etika adalah perwujudan dan pengejawantahan secara kritis dan rasional ajaran moral yang siap pakai itu.Keduanya mempunyai fungsi yang sama, yaitu memberi kita orientasi bagaimana dan kemana kita harus melangkah dalam hidup ini.

PENGERTIAN ETIKA Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia.

Pengertian Etika, ETIKA berasal dari kata ethos, salahsatu cabang ilmu filsafat oksiologi membahas bidang etika yaitu, tentang:

- nilai keutamaan dan bidang estetika

- nilai-nilai keindahan,

- pemilihan nilai-nilai kebaikan.

ETIK=ETIKA, ethics (Inggris) adalah ilmu tentang kesusilaan yang menentukan bagaimana patutnya manusia hidup dalam masyarakat

2.Contoh etika dan penerapannya dalam masyarakat minimal 5 ??

· Jujur tidak berbohong

· Bersikap Dewasa tidak kekanak-kanakan

· Lapang dada dalam berkomunikasi

· Menggunakan panggilan / sebutan orang yang baik

· Menggunakan pesan bahasa yang efektif dan efisien

· Tidak mudah emosi / emosional

3.Berikan contoh etiket dan penerapannya dalam masyarakat minimal 5 ??

· makan sambil menaruh kaki di atas meja dianggap melanggar etiket dila dilakukan bersama-sama orang lain,

· makan dengan tangan,

· bersenggak sesudah makan.

· Di Indonesia menyerahkan sesuatu harus dengan tangan kanan. Bila dilanggar dianggap melanggar etiket.

· Penipu misalnya tutur katanya lembut, memegang etiket namun menipu.

4.Apa pendapatmu tentang Hidonisme ??

Pendapat saya kita harus menghilangkan hidonisme karena hidonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup. Bagi para penganut paham ini, bersenang-senang, pesta-pora, dan pelesiran merupakan tujuan utama hidup, entah itu menyenangkan bagi orang lain atau tidak. Karena mereka beranggapan hidup ini hanya sekali, sehingga mereka merasa ingin menikmati hidup senikmat-nikmatnya. di dalam lingkungan penganut paham ini, hidup dijalani dengan sebebas-bebasnya demi memenuhi hawa nafsu yang tanpa batas. Dari golongan penganut paham inilah muncul Nudisme (gaya hidup bertelanjang). Pandangan mereka terangkum dalam pandangan Epikuris yang menyatakan,"Bergembiralah engkau hari ini, puaskanlah nafsumu, karena besok engkau akan mati".

Rabu, 09 Juni 2010

Jurnal

Atkinson, AA, R. Balakrishnan, P. Booth, Cole JM, Groot T., T. Malmi, H. Roberts, E. Uliana dan A. Wu. 1997. Baru arahan dalam penelitian manajemen akuntansi. Jurnal Penelitian Akuntansi Manajemen (9): 79-108.
Ringkasan oleh Anita Reed
Ph.D. Program Akuntansi
University of Florida Selatan, Spring 2002
TUJUAN-MOTIVASI



Sebuah komite geografis dan filosofis beragam memperluas karya seorang komite sebelumnya untuk mengidentifikasi topik penelitian yang potensial di bidang akuntansi manajemen. Tujuan dari komite ini adalah untuk "merangsang pemikiran dan perdebatan mengenai batas-batas kemungkinan baru untuk penelitian manajemen akuntansi" (hal. 101).

Keragaman memimpin komite untuk pengembangan daerah penelitian topik yang luas dibandingkan dengan daftar yang lebih rinci. Topik mewakili kepentingan komite, dan tidak dimaksudkan untuk semua-inklusif. Komite ini mengembangkan tiga wilayah topik yang luas. Komite juga membahas perlunya menggunakan beberapa metode penelitian untuk mengatasi berbagai aspek dari pertanyaan penelitian yang sama.
Tiga bidang topik adalah (hal 80):
Manajemen akuntansi peran dalam perubahan organisasi,
Interaksi antara akuntansi dan struktur organisasi,
Peranan informasi akuntansi dalam mendukung pengambilan keputusan.
Komite ini disajikan secara spesifik dari setiap topik dalam tabel yang direproduksi di bawah ini.


TABEL 1
AKUNTANSI MANAJEMEN DAN ORGANISASI

Control:

1. Tentukan validitas "" proposisi Teori Kendala dalam berbagai pengaturan organisasi.

2. Mengidentifikasi pilihan untuk tindakan pengendalian yang efisien dan efektif:
a) Kontrol Tindakan yang Diperlukan (keuangan dan non-keuangan)
b) Menetapkan Target
c) Pengelolaan controllability tindakan (misalnya trade-off antara prinsip controllability dan insentif untuk inovasi manajerial. 1.Resolve perdebatan antara paradigma kontrol tradisional dan "Teori Kendala" dalam konteks relasi manajemen akuntansi untuk perubahan organisasi.


3. Memperpanjang saat ini pengetahuan yang terkait dengan pengendalian langkah-langkah untuk mencakup pengaruh pilihan pengukuran pada kemampuan organisasi untuk melakukan perubahan.
Akuntansi Manajemen sebagai Rutin 3. Mengidentifikasi karakteristik sistem akuntansi manajemen yang memberikan stabilitas sistem tanpa menimbulkan inersia organisasi.


4. Untuk melihat dampak perubahan organisasi pada rutinitas akuntansi manajemen.


5. Dokumen organisasi belajar dan pengaruhnya terhadap inovasi akuntansi manajemen. 3.Develop teori yang mencirikan keadaan ekuilibrium di mana suatu sistem manajemen akuntansi saldo peran yang saling bertentangan.


6. Mengembangkan teori-teori pembelajaran kontekstual dalam rutinitas akuntansi manajemen.


7. Terapkan model proses inovasi yang ada perubahan lingkungan akuntansi manajemen untuk menggambarkan proses perubahan. Blend temuan dari penelitian inovasi manajemen dalam organisasi dengan ekonomi teori evolusi untuk mengembangkan model kontekstual kaya mengubah rutinitas akuntansi.

TABEL 2


MANAJEMEN AKUNTANSI DAN STRUKTUR ORGANISASI
Arah Tujuan Penelitian Isu Penyelidikan
Tim Kerja

1.Evaluate alternatif sistem pengukuran kinerja dan aplikasi mereka untuk bekerja tim

2. Menentukan kebutuhan informasi tim kerja terhadap individu. Mengidentifikasi dan menjelaskan proses keputusan yang berbeda digunakan oleh kelompok versus individu.

3. Manajemen akuntansi sebagai alat kekuasaan tempat kerja dan struktur politik 1.Link kerja baru untuk model yang sudah ada pengukuran kinerja. Berkembang ukuran kinerja dan teori baru, yang sesuai.


4. Dokumen adanya pertandingan (atau tidak cocok) antara informasi kebutuhan tim kerja dan sistem informasi yang ada. Buat teori untuk memandu sistem baru manajemen informasi akuntansi, dimana diperlukan.


5. Jelajahi lebih luas peran yang dimainkan oleh akuntansi manajemen dalam penciptaan budaya perusahaan dan sosiologi di tempat kerja

6. Bersama mengejar pendapatan dan masalah alokasi biaya.


7. Mengembangkan metode transfer pricing baru yang diberikan teknologi baru dan realitas lingkungan.

8. Mengembangkan kerangka teori untuk mencapai alokasi rasional.


9. Buat teori modern tentang transfer pricing oleh pemasaran pencampuran, negosiasi dan manajemen produksi untuk menciptakan mekanisme yang lebih efektif untuk mentransfer barang dan jasa dalam organisasi.


TABEL 3


MANAJEMEN AKUNTANSI DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Arah Tujuan Penelitian Isu Penyelidikan Pengambilan Keputusan Strategis

1.Explore interaksi antara teknik akuntansi manajemen dan perumusan strategi bersaing, implementasi dan modifikasi.


2. Mengembangkan tindakan akuntansi yang memfasilitasi pandangan berbasis sumber daya perumusan strategi.

3. Jelajahi interaksi antara teknik akuntansi manajemen dan strategi fungsional, seperti Total Quality Management dan produksi persediaan ramping.


4. Cari tahu bagaimana manajemen sistem akuntansi / teknik mempengaruhi pengambilan keputusan strategis dalam tidak nirlaba dan lembaga pemerintah.

1. Perluas saat penelitian dengan menjelajahi strategi, Akuntansi dan interaksi pada semua tingkat manajemen dengan menggunakan beragam pendekatan penelitian.
2. Memperluas lingkup akuntansi manajemen dengan menjelajahi mekanisme dimana sistem informasi manajemen akuntansi dapat menggabungkan tindakan-tindakan non-keuangan atau proses berbasis.
3. Mengembangkan teori untuk menggambarkan interaksi antara alokasi sumber daya dan sistem manajemen akuntansi.

4. Perluas dan beradaptasi penelitian saat ini untuk mencapai pemahaman yang lebih baik dari peran yang lebih luas manajemen akuntansi bermain di tidak-untuk lembaga nirlaba.
Pengambilan Keputusan Taktis 5. Memperluas eksplorasi dari konteks di mana pengambilan keputusan taktis yang terjadi, misalnya, meneliti hubungan antara keputusan tingkat persediaan, kerja organisasi dan insentif kompensasi.
5. Model kompleksitas proses pengambilan keputusan taktis untuk mengembangkan pemahaman tentang berbagai faktor yang mempengaruhi keputusan jenis tesis.

BARU ARAH PENELITIAN:

Para penulis masing-masing menentukan arah berbagai penelitian sebagai kompleks dan multi-faceted. Untuk mengembangkan dan menguji teori yang mendasari efektif setiap masalah, penggunaan metodologi penelitian beberapa, termasuk studi lapangan, studi kasus, pengujian empiris dan teknik survei adalah menganjurkan. Biasanya, berbagai metode akan digunakan dalam urutan iteratif, dengan masing-masing metode penelitian memberikan wawasan tambahan ke dalam masalah ini. Selain itu, penulis mendorong peneliti untuk menggabungkan dan menyesuaikan teori dan metodologi dari disiplin lain untuk lebih utuh menginformasikan penelitian mereka. Penulis mengakui terhadap kemungkinan bahwa menggunakan "cross-metode, lintas disiplin penyelidikan" (p.101) dapat menghasilkan temuan yang kontradiktif, tetapi percaya ini menjadi indikasi dari kompleksitas masalah dan berharap untuk akhirnya mengakibatkan lebih penuh mengembangkan teori dan pemahaman yang lebih baik mengenai isu-isu mendasar.