Rabu, 09 Juni 2010

Jurnal

Atkinson, AA, R. Balakrishnan, P. Booth, Cole JM, Groot T., T. Malmi, H. Roberts, E. Uliana dan A. Wu. 1997. Baru arahan dalam penelitian manajemen akuntansi. Jurnal Penelitian Akuntansi Manajemen (9): 79-108.
Ringkasan oleh Anita Reed
Ph.D. Program Akuntansi
University of Florida Selatan, Spring 2002
TUJUAN-MOTIVASI



Sebuah komite geografis dan filosofis beragam memperluas karya seorang komite sebelumnya untuk mengidentifikasi topik penelitian yang potensial di bidang akuntansi manajemen. Tujuan dari komite ini adalah untuk "merangsang pemikiran dan perdebatan mengenai batas-batas kemungkinan baru untuk penelitian manajemen akuntansi" (hal. 101).

Keragaman memimpin komite untuk pengembangan daerah penelitian topik yang luas dibandingkan dengan daftar yang lebih rinci. Topik mewakili kepentingan komite, dan tidak dimaksudkan untuk semua-inklusif. Komite ini mengembangkan tiga wilayah topik yang luas. Komite juga membahas perlunya menggunakan beberapa metode penelitian untuk mengatasi berbagai aspek dari pertanyaan penelitian yang sama.
Tiga bidang topik adalah (hal 80):
Manajemen akuntansi peran dalam perubahan organisasi,
Interaksi antara akuntansi dan struktur organisasi,
Peranan informasi akuntansi dalam mendukung pengambilan keputusan.
Komite ini disajikan secara spesifik dari setiap topik dalam tabel yang direproduksi di bawah ini.


TABEL 1
AKUNTANSI MANAJEMEN DAN ORGANISASI

Control:

1. Tentukan validitas "" proposisi Teori Kendala dalam berbagai pengaturan organisasi.

2. Mengidentifikasi pilihan untuk tindakan pengendalian yang efisien dan efektif:
a) Kontrol Tindakan yang Diperlukan (keuangan dan non-keuangan)
b) Menetapkan Target
c) Pengelolaan controllability tindakan (misalnya trade-off antara prinsip controllability dan insentif untuk inovasi manajerial. 1.Resolve perdebatan antara paradigma kontrol tradisional dan "Teori Kendala" dalam konteks relasi manajemen akuntansi untuk perubahan organisasi.


3. Memperpanjang saat ini pengetahuan yang terkait dengan pengendalian langkah-langkah untuk mencakup pengaruh pilihan pengukuran pada kemampuan organisasi untuk melakukan perubahan.
Akuntansi Manajemen sebagai Rutin 3. Mengidentifikasi karakteristik sistem akuntansi manajemen yang memberikan stabilitas sistem tanpa menimbulkan inersia organisasi.


4. Untuk melihat dampak perubahan organisasi pada rutinitas akuntansi manajemen.


5. Dokumen organisasi belajar dan pengaruhnya terhadap inovasi akuntansi manajemen. 3.Develop teori yang mencirikan keadaan ekuilibrium di mana suatu sistem manajemen akuntansi saldo peran yang saling bertentangan.


6. Mengembangkan teori-teori pembelajaran kontekstual dalam rutinitas akuntansi manajemen.


7. Terapkan model proses inovasi yang ada perubahan lingkungan akuntansi manajemen untuk menggambarkan proses perubahan. Blend temuan dari penelitian inovasi manajemen dalam organisasi dengan ekonomi teori evolusi untuk mengembangkan model kontekstual kaya mengubah rutinitas akuntansi.

TABEL 2


MANAJEMEN AKUNTANSI DAN STRUKTUR ORGANISASI
Arah Tujuan Penelitian Isu Penyelidikan
Tim Kerja

1.Evaluate alternatif sistem pengukuran kinerja dan aplikasi mereka untuk bekerja tim

2. Menentukan kebutuhan informasi tim kerja terhadap individu. Mengidentifikasi dan menjelaskan proses keputusan yang berbeda digunakan oleh kelompok versus individu.

3. Manajemen akuntansi sebagai alat kekuasaan tempat kerja dan struktur politik 1.Link kerja baru untuk model yang sudah ada pengukuran kinerja. Berkembang ukuran kinerja dan teori baru, yang sesuai.


4. Dokumen adanya pertandingan (atau tidak cocok) antara informasi kebutuhan tim kerja dan sistem informasi yang ada. Buat teori untuk memandu sistem baru manajemen informasi akuntansi, dimana diperlukan.


5. Jelajahi lebih luas peran yang dimainkan oleh akuntansi manajemen dalam penciptaan budaya perusahaan dan sosiologi di tempat kerja

6. Bersama mengejar pendapatan dan masalah alokasi biaya.


7. Mengembangkan metode transfer pricing baru yang diberikan teknologi baru dan realitas lingkungan.

8. Mengembangkan kerangka teori untuk mencapai alokasi rasional.


9. Buat teori modern tentang transfer pricing oleh pemasaran pencampuran, negosiasi dan manajemen produksi untuk menciptakan mekanisme yang lebih efektif untuk mentransfer barang dan jasa dalam organisasi.


TABEL 3


MANAJEMEN AKUNTANSI DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Arah Tujuan Penelitian Isu Penyelidikan Pengambilan Keputusan Strategis

1.Explore interaksi antara teknik akuntansi manajemen dan perumusan strategi bersaing, implementasi dan modifikasi.


2. Mengembangkan tindakan akuntansi yang memfasilitasi pandangan berbasis sumber daya perumusan strategi.

3. Jelajahi interaksi antara teknik akuntansi manajemen dan strategi fungsional, seperti Total Quality Management dan produksi persediaan ramping.


4. Cari tahu bagaimana manajemen sistem akuntansi / teknik mempengaruhi pengambilan keputusan strategis dalam tidak nirlaba dan lembaga pemerintah.

1. Perluas saat penelitian dengan menjelajahi strategi, Akuntansi dan interaksi pada semua tingkat manajemen dengan menggunakan beragam pendekatan penelitian.
2. Memperluas lingkup akuntansi manajemen dengan menjelajahi mekanisme dimana sistem informasi manajemen akuntansi dapat menggabungkan tindakan-tindakan non-keuangan atau proses berbasis.
3. Mengembangkan teori untuk menggambarkan interaksi antara alokasi sumber daya dan sistem manajemen akuntansi.

4. Perluas dan beradaptasi penelitian saat ini untuk mencapai pemahaman yang lebih baik dari peran yang lebih luas manajemen akuntansi bermain di tidak-untuk lembaga nirlaba.
Pengambilan Keputusan Taktis 5. Memperluas eksplorasi dari konteks di mana pengambilan keputusan taktis yang terjadi, misalnya, meneliti hubungan antara keputusan tingkat persediaan, kerja organisasi dan insentif kompensasi.
5. Model kompleksitas proses pengambilan keputusan taktis untuk mengembangkan pemahaman tentang berbagai faktor yang mempengaruhi keputusan jenis tesis.

BARU ARAH PENELITIAN:

Para penulis masing-masing menentukan arah berbagai penelitian sebagai kompleks dan multi-faceted. Untuk mengembangkan dan menguji teori yang mendasari efektif setiap masalah, penggunaan metodologi penelitian beberapa, termasuk studi lapangan, studi kasus, pengujian empiris dan teknik survei adalah menganjurkan. Biasanya, berbagai metode akan digunakan dalam urutan iteratif, dengan masing-masing metode penelitian memberikan wawasan tambahan ke dalam masalah ini. Selain itu, penulis mendorong peneliti untuk menggabungkan dan menyesuaikan teori dan metodologi dari disiplin lain untuk lebih utuh menginformasikan penelitian mereka. Penulis mengakui terhadap kemungkinan bahwa menggunakan "cross-metode, lintas disiplin penyelidikan" (p.101) dapat menghasilkan temuan yang kontradiktif, tetapi percaya ini menjadi indikasi dari kompleksitas masalah dan berharap untuk akhirnya mengakibatkan lebih penuh mengembangkan teori dan pemahaman yang lebih baik mengenai isu-isu mendasar.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dengan kondisi sekarang ini dimana persaingan dalam dunia usaha semakin ketat, maka untuk menghadapi situasi dan keadaan yang demikian pengusaha harus mampu dan cepat dan tepat mengambil keputusan agar perusahaan yang didirikan dapat berkembang dengan baik.

Mendirikan suatu perusahaan bukanlah merupakan hal yang mudah, namun memelihara dan mengembangkan perusahaan yang sudah didirikan tersebut merupakan suatu pekerjaan yang jauh lebih banyak tantangannya. Masalah-masalah akan selalu muncul baik dari dalam perusahaan maupun dari luar perusahaan.

Sebagai salah satu bentuk usaha, Restoran Sederhana dikatakan cukup terkenal oleh masyarakat. Selain itu, usaha restoran memiliki pesaing-pesaing yang cukup banyak pelanggannya. Salah satu strategi pemasaran yang diambil oleh usaha Restoran Sederhana adalah dengan membuat produk unggulan. Ini tentunya merupakan salah satu strategi yang memberikan keunggulan bagi usaha tersebut.

Jika seseorang pemilik dana berniat untuk melakukan suatu usaha tertentu, ia dapat memilih tidak hanya pada sektor manufaktur tetapi juga pada sektor jasa. Untuk menentukan usaha apa yang akan dilakukan selain ditentukan oleh hal - hal yang sifatnya pribadi, juga ditentukan oleh masukan yang informatif. Bagi yang baru mendirikan usaha harus lebih berhati - hati agar tidak mengalami kegagalan. Tujuan dilakukan studi kelayakan usaha adalah untuk menghindari keterlanjuran penanaman modal yang terlalu besar yang ternyata tidak menguntungkan atau yang dapat mengakibatkan kerugian besar yang mungkin terjadi bila usaha tersebut dilakukan. Studi kelayakan adalah studi yang mempelajari tentang layak atau tidaknya suatu usaha dapat didirikan atau dikembangkan. Setiap usaha yang baru didirikan pastilah ingin usahanya lebih maju atau ingin mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Berdasarkan uraian tentang studi kelayakan suatu usaha diatas mendorong penulis untuk membuat penulisan ilmiah tentang studi kelayakan dengan judul “ ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PADA USAHA RESTORAN SEDERHANA“.

1.2 Rumusan Masalah Dan Batasan Masalah

1.2.1 Rumusan Masalah

Dalam penulisan ini masalah yang ingin dikemukakan penulis ilmiah ini adalah:

a. Apakah investasi pada pembukaan cabang baru “ Restoran Sederhana “ layak atau tidak untuk dilaksanakan?

b. Dalam jangka waktu berapa lama cabang baru tersebut dapat mengembalikan investasinya.

c. Apakah metode perhitungan PP, NPV, IRR, dan PI dapat dilakukan untuk mengataasi masalah layak atau tidaknya pada pembukaan cabang baru pada Restoran Sederhana.

1.2.2 Batasan Masalah

Dalam penulisan ilmiah ini menggunakan metode perhitungan PP, NPV, IRR, dan PI sehingga penulis membatasi pada lima aspek studi kelayakan bisnis yaitu aspek pasar dan pemasaran, aspek teknik dan teknologi, aspek keuangan, aspek manajemen, aspek ekonomi sosial.

1.3 Tujuan Penelitian

Penelitian ilmiah ini bertujuan untuk :

1. Mengetahui layak atau tidaknya pembukaan cabang baru Restoran Sederhana di daerah Jakarta Barat.

2. Untuk mengetahui jangka waktu pengembalian modal.

3. Mengetahui metode perhitungan PP, NPV, IRR, dan PI dapat dilakukan untuk mengatasi masalah layak atau tidaknya pada pembukaan cabang baru Restoran Sederhana.

1.4 Manfaat Penelilian

Penulis mengharapkan dalam diadakannya penelitian ini dapat membawa manfaat, yaitu kepada :

1. Akademis

Dapat meningkatkan wawasan dan menambah pengetahuan tentang tingkat kelayakan usaha dalam menganalisa layak atau tidak layak jika membuka Restoran Sederhana.

2. Perusahaan

Sebagai input atau bahan masukan, serta pertimbangan untuk menentukan langkah yang selanjutnya akan diambil.

1.5 Metode Penelitian

1.5.1 Objek Penelitian

Dalam masalah ini penulis mengambil objek penelitian pada Restoran Sederhana yang beralamat di Jalan Raya Pos Pengumben No. 9 Jakarta Barat.

1.5.2 Data / Variabel

Data yang digunakan untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat, maka penulis menggunakan data investasi, data pendapatan, data keuntungan dan tingkat suku bunga.

1.5.3 Metode Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data-data, penulis melakukan pengambilan data-data dengan mengunakan data primer yaitu dengan cara

  1. Riset Lapangan

Merupakan studi lapangan yang dilakukan untuk memperoleh data yang akurat dengan cara melakukan :

a. Wawancara

Yaitu sewaktu teknik mengumpulkan data yang dilakukan dengan cara tanya jawab kepada pemilik Restoran Sederhana.

b. Observasi

Yaitu untuk mengadakan pengamatan secara langsung keperusahaan yang diteliti untuk memenuhi dan menyakinkan kebenaran dari hasil wawancara.

  1. Metode Analisis Data

Metode yang digunakan untuk menganalisis data tersebut yaitu dengan metode PP, NPV, IRR, dan PI dan aspek-aspek studi kelayakan.

  1. Penelitian Kepustakaan

Penelitian yang dilakukan dengan cara pengumpulan data yang didapat dari berbagai sumber tertulis yaitu dengan cara mempelajari buku-buku yang memuat materi penelitian ilmiah ini.

1.5.4 Alat Analisis Yang Digunakan

Untuk mengelola data yang sudah terkumpul penulis mencoba menggunakan alat analisis yaitu analisis kuantitatif. Digunakan untuk mendapatkan gambaran mengenai kelayakan usaha pada Restoran Sederhana selain itu menggunakan meode payback period yaitu yang mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali, metode net present value yaitu metode yang menghitung selisih nilai dengan penerimaan kas bersih dimasa yang akan datang, IRR yaitu untuk mencari tingkat bunga dan metode PI yaitu mencari nilai keuntungan.




BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Kerangka Teori

2.1.1 Pengertian Studi Kelayakan Proyek

Studi kelayakan proyek adalah suatu penelitian tentang dapat tidaknya suatu proyek ( biasanya merupakan proyek investasi ) dilaksanakan dengan hasil. Suad Husnan ( 2000; 4 ), objek yang diteliti bisa berbentuk proyek raksaksa atau pun proyak yang sederhana.

Sedangkan menurut Husain Umar ( 2001; 17 ),”studi kelayakan proyek adalah suatu penelitian tentang layak atau tidak suatu proyek bisnis yang biasanya merupakan proyek investasi ini dilaksanakan”. Maksud layak atau tidak layak disini adalah perkiraan bahwa proyek akan dapat atau tidak dapat menghasilkan keuntungan yang layak, bila dioperasionalkan.

Pengertian keberhasilan ini mungkin bisa diartikan berbeda-beda, ada yang mengartikan dalam artian yang lebih terbatas, ada juga yang mengartikan dalam arti luas. Artian yang lebih terbatas dipergunakan oleh pihak swasta yang lebih berminat tentang manfaat ekonomi suatu investasi. Sedangkan pengertian yang lebih luas digunakan oleh pemerintah atau lembaga non provit, pengertian menguntungkan bisa dalam arti yang relatife.

Pada umumnya suatu studi kalayakan proyek akan menyangkut tiga aspek, yaitu:

  1. Manfaat ekonomis proyek tersebut bagi proyek itu sendiri (sering juga disebut sebagai manfaat financial). Yang berarti apakah proyek itu dipandang cukup menguntungkan apa bila dibandingkan dengan resiko proyek tersebut.
  2. Manfaat ekonomis proyek tersebut bagi Negara tempat proyek itu dilaksanakan ( sering juga disebut sebagai manfaat ekonomi nasianal ). Yang menunjukan manfaat proyek tersebut bagi ekonomi makro suatu Negara.
  3. Manfaat sosial proyek tersebut bagi masyarat sekitar proyek tersebut.

2.1.2 Tujuan Dilaksanakan Studi Kelayakan

Proyek investasi umumnya memerlukan dana yang cukup besar dan mempengaruhi perusahaan dalam jangka panjang. Karena perusahaan perlu berhati-hati dalam melakukan studi agar jangan sampai dana yang telah diinvestasikan dalam proyek tersebut tidak menguntungkan. Secara ringkas tujuan diadakan studi kelayakan adalah menghindari keterlanjuran peranan modal yang terlalu besar untuk kegiatan yang ternyata tidak menguntungkan.

Studi kelayakan ini akan memakan biaya, tetapi biaya tersebut relatif kecil bila dibandingkan resiko kegagalan suatu proyek yang menyangkut investasi dalam jumlah besar, ada pula sebab lain yang mengakibatkan suatu proyek ternyata kemudian menjadi tidak memungkinkan (gagal), sebab itu bisa berwujud karena kesalahan perencanaan. Kesalahan dalam menafsirkan pasar yang tersedia kesalahan dalam menperkirakan teknologi yang tepat pakai dan kesalahan dalam memikirkan kebutuhan tenaga kerja dengan tersedianya tenaga kerja yang ada. Oleh karena itu dalam menjalankan suatu proyek perlu diperhatikan tujuan studi kelayakan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam studi kelayakan :

a. Ruang lingkup kegiatan proyek.

Disini perlu dijelaska bidang-bidang apa proyek akan beroperasi.

b. Cara kegiatan proyek.

Disini ditentukan apakah proyek akan ditangani sendri, ataukah akan diserahkan pada ( beberapa ) pihak lain, siapa yang akan menagani proyek tersebut?

c. Evaluasi terhadap aspek-aspek yang menentukan berhasilnya suatu proyek.

Disini perlu denifikasikan faktor-faktor kunci keberhasilan usaha macam ini.

d. Sarana yang perlu oleh proyek tersebut.

Menyangkut bukan hanya kebetulan seperti: material, tenaga kerja, dan sebagainya, tetapi termasuk juga fasilitas-fasilitas pendukung seperti jalan raya, transportasi dan sebagainya.

e. Hasil kegiatan proyek tersebut, serta biaya-biaya yang harus ditanggung untuk memperoleh hasil tersebut, serta biaya-biaya yang harus ditanggung untuk memperoleh hasil tersebut.

f. Akibat-akibat yang bermanfaat maupun yang tidak dari adanya proyek tersebut.

g. Langkah-langkah rencana untuk mendirikan proyek, beserta jadwal dari masing-masing kegiatan tersebut, sampai dengan proyek investasi siap berjalan.

2.1.3 Manfaat Studi Kelayakan Bisnis

Menurut Husein Umar ( 2001; 19 ) manfaat studi kelayakan bisnis dapat kita lihat dari berbagai pihak, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Pihak Investor

Jika hasil studi kelayakan yang telah dibuat ternyata layak untuk direalisasikan pendanaanya, kita dapat mulai mencari investor atau pemilik modal yang mau mananamkan modal pada proyek yang akan dikerjakan itu. Sudah tentu calon investor mempunyai kepentingan secara langsung sehubungan dengan keuntungan yang akan diperoleh.

2. Pihak Kreditor

Pendanaan proyek dapat juga didapat dari bank. Pihak bank perlu mengkaji ulang studi kelayakan bisnis yang telah kita buat tersebut termasuk mempertimbangkan sisi-sisi lain, misalnya bonafiditas dan tersedianya jaminanyang dimiliki perusahaan sebelum pihak bank memutuskan untuk memberikan kredit atau tidak.

3. Pihak Manajemen Perusahaan

Pembuatan studi kelayakan bisnis dapat dilakukan oleh pihak eksternal perusahaan selain dibuat sendiri oleh pihak internal perusahaan terlepas dari siapa yang membuat, jelas bagi manajemen bahwa pembuataan proposal ini merupakan suatu upaya dalam rangka merealisasikan ide proyek yang pada akhirnya akan menuju pada peningkatan usaha dalam rangka meningkatkan laba.

Aspek-aspek Studi Kelayakan

1. Aspek pasar dan pemasaran mempelajari tentang :

a. Permintaan, baik secara total maupun diperinci menurut daerah, jenis konsumen, perusahaan besar pemakai.

b. Penawaran, baik yang berasal dari dalam negeri, maupun yang berasal dari import.

c. Harga, dilakukan perbandingan dengan barang-barang import, produksi dalam negeri lainnya.

d. Program pemasran, mencakup strategi pemasaran yang akan dipergunakan.

e. Perkiraan penjualan yang akan bisa dicapai perusahaan, market share yang bisa dikuasai perusahaan.

  1. Aspek teknis dan produksi, menyangkut berbagai pertanyaan penting tentang:

a. Apakah studi dan pengujian pendahuluan pernah dilakukan?

b. Apakah skala produksi yang dipilih sudah optimal?

c. Apakah proses produksi yang dipilih sudah tepat?

d. Apakah mesin-mesin dan perlengkapan yang dipilih sudah tepat?

e. Apakah perlengkapan tambahan dan pekerjaan teknis tambahan telah dilakukan?

f. Apakah teknologi yang akan dipergunakan bisa diterima dari pandangan sosial?

3. Aspek keungan mempelajri berbagai faktor penting seperti:

a. Dana yang diperlukan untuk investasi, baik yang aktiva tetap maupun modal kerja.

b. Sumber-sumber pembelanjaan yang akan dipergunakaan.

c. Taksiran penghasilan, biaya, dan rugi/laba pada berbagai tingkat operasi.

d. Manfaat dan biaya dalam artian financial.

e. Proyeksi keuangan.

4. Aspek manajemen mempelajari tentang:

a. Manajemen dalam masa pembangunan proyek.

b. Manajemen dalam operasi.

5. Aspek ekonomi dan sosial, meliputi penelitian tentang:

a. Pengaruh proyek tersebut terhadap peningkatan penghasilan negara.

b. Pengaruh proyek tersebut terhadap devisa yang bisa hemat dan yang bisa diperoleh.

c. Penambahan kesempatan kerja.

d. Pemeratan kesempatan kerja.

e. Bagaimana pengaruh proyek tersebut terhadap industri lain.

f. Aspek yang bersifat sosial seperti : menjadi samakin ramainya daerah tersebut.

2.1.4 Pengertian Investasi

Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari kegiatan investasi diantaranya adalah penyerapan tenaga kerja, peningkatan output yang dihasilkan, penghematan devisa atau pun penambahan devisa, dalam mengunakan pengertian proyek investasi sebagai suatu rencana untuk menginvestasikan sumber-sumber data yang bisa dinilai secara cukup independent.

Menurut Swarsono Muhammad ( 2000; 15 ) mengatakan : “investasi adalah setiap wahana dimana ditempatkan dengan memelihara atau menaikan nilai dan memberikan hasil (return) yang positif dimasa yang akan datang.“ Dan menurut Suad Husnan ( 2000; 5 ), mengatakan “investasi adalah penanaman sumber daya untuk yang akan datang .

2.1.5 Pengertian Cash Flow

Menurut Bambang Rianto ( 2001; 122 ) mengapa ada berbagai cara penilaian usul investasi didasarkan pada aliran kas ( cash flow ) dan bukan keuntungan yang dilaporkan dalam buku karena itu sangat sederhana, yaitu bahwa untuk dapat menghasilkan keuntungan tambahan kembali. Dan kita mengetahui bahwa keuntungan yang akan dilaporkan dalam buku, belum tentu sama dengan jumlah kas yang ada. Sehingga dengan demikian junlah kas dalam perusahaan belum tentu sama dengan jumlah kas yang ada. Jumlah kas yang ada dalam perusahaan belum tentu sama dengan jumlah keuntungan yang akan dilaporkan dalam buku.

Ada berbagai cara penilaian usulan investasi didasarkan pada aliran kas bukan pada keuntungan yang dilaporkan dalam buku. Hal ini dikarenakan untuk mendapatkan keuntungan tambahan bagi perusahaan dan juga perusahaan harus menpunyai kas untuk ditanamkan kembali. Setiap usulan pengeluaran modal selalu mengandung dua macam aliran kas yaitu :

  1. Aliran kas yang keluar netto( net outflow of cash ) yaitu yang diperlukan untuk investasi baru.
  2. Aliran kas yang masuk netto ( net inflow of cash ) yaitu sebagai hasil dari investasi baru tersebut, sering pula disebut “net cash proceeds” atau hanya “proceeds”, Bambang Rianto( 2001; 12 )

Ada yang membagi dalam tiga kelompok,yaitu :

a. Initial cash flow ( aliran kas permulaan ) yaitu pengeluaran-pengeluaran untuk investasi pada awal priode.

b. Operasional cash flow (aliran kas operasional ) yaitu aliran kas yang timbul selama proyek berjalan.

c. Terminal cash flow ( aliran kas terminal ) yaitu aliran yang akan diterima pada akhir proyek.

2.1.6 Capital Bugedting

Dikatakan oleh Bambang Rianto ( 2001; 120 ), perusahaan mengadakan investasi dalam aktiva tetap adalah juga dengan harapan bahwa perusahaan akan memperoleh kembali dana yang diinvestasikan. Setiap usulan pengeluaran modal selalu mengandung dua aliran kas ( cash flow ), pertama aliran kas keluar neto, yaitu yang diperlukan untuk investasi baru. Kedua aliran kas masuk neto, yaitu sebagai hasil dari investasi baru tersebut atau bisa disebut dengan proceed.

Dari aspek-aspek yang telah dijelaskan diatas kita perlu mengetahui usulan yang diterima dalam usulan investasi. Maka dibutuhkan alat analisis yang menspesifikasi maksud diatas. Alat analisis yang bisa digunakan dalam pengangaran modal adalah sebagai berikut :

  1. Payback Period

suatu period yang diperlukan dapat menutup kembali pengeluaran investasi dengan menggunakan proceed atau aliran kas neto. Apabila proceed yang diterima setiap tahunnya sama maka payback period dari suatu investasi dapat dihitung dengan cara membagi jumlah investasi dengan proceed tahunan.

  1. Net Present Value

Nilai sekarang dari suatu aliran kas adalah nilai sekarang dari suatu jumlah aliran kas dimasa yang akan datang melalui pendiskontoan atas aliran kas dimasa yang akan datang tingkat suku bunga diharapkan, selama period tertentu. Proceed ( aliran kas bersih ) yang terdapat dalam NPV adalah Proceed atau cash flow yang didiskontokan atas dasar biaya modal atau rate of return yang diinginkan. ( Bambang Rianto, 2001).

  1. Profitability Index

Metode ini menghitung perbandingan antara nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih dimasa datang dengan nilai sekarang investasi.

  1. Internal Rate of Return

Tingkat bunga yang akan menjadikan jumlah nilai sekarang dari proceed yang diharapkan akan diterima sama dengan jumlah nilai sekarang dari pengeluaran modal. Biasanya meode ini dicari dengan cara trial and error.

2.2 Kajian Penelitian Sejenis

Penulis melakukan pengkajian terhadap hasil-hasil penelitian yang memiliki kesamaan kepada beberapa mahasiswa Gunadarma antara lain :

1. Dodik Oktara dalam penulisan ilmiah yang berjudul “Studi Kelayakan Pengembangan Usaha Pada Usaha Rental Dody Playstation di Jakarta Selatan “, didalam penulisannya didapat kesimpulan bahwa pengembangan rental Dody Playstatoin layak untuk dikembangkan dan peluang investasi yang ditanamkan dalam proyek ini cukup menuntungkan dan sangat membantu.

2. Rieke Cristianti dalam penulisan ilmiah yang berjudul “Studi kelayakan pada usaha industri kecil pabrik tahu yang berlokasi di pegadungan cikampek. “. Didalam penulisannya didapat kesimpulan bahwa Investasi yang akan dilakukan oleh pabrik tahu di Pagadukan Cikampek “ layak “ untuk dijalankan.

2.3 Alat analisis

Dalam menjalankan proyek akan menggunakan invetasasi pada umumnya mengunakan metode-metode investasi diantaranya adalah mengunakan metode :

2.3.1 Metode Payback Periode ( PP )

Pengertian dari payback period antara lain suatu periode yang diperlukan untuk menutup kembali pengeluaran investasi ( Initial Cash Investment ) dengan menggunakn aliran kas, dengan kata lain payback priod merupakan rasio antara lain initial cash investment dengan cash inflownya yang hasilnya merupakan satuan waktu Husein Umar ( 2001; 197 ). Menurut ( Saud Husnan dan Suarsono ) mengatakan “ metode ini mencoba mengukur seberapa cepat investasi harus kembali “.

Apabila investai dapat dihitung dengan rumus :




Payback period = Jumlah Investasi x 12

Jumlah proceed

Apabila suatu investasi tidak sama besarnya dari tahun ketahun, dengan sendirinya perhitungan diatas tidak dimungkinkan. Oleh karena itu kita perlu kita perlu menghitung proceeds dari tahun per tahun, sehingga keseluruhan investasi yang dikurangi jumlah proceeds tahun ke-1, hasilnya dikurangi lagi dengan proceeds tahun ke-2 dan begitu seterusnya sehingga hasil pengurangan tersebut tidak dapat lagi dikurangi dengan proceedsnya. Kelebihan hasil penguangan itu dibagi dengan proceeds tahun berikutnya laku dikalikan dengan 12 bulan untuk mengetahui beberapa bulan pengembaliannya.

Kriteria dalam penerimaan atau menolak, melibatkan periode pembayaran kembali dari proyek kurang dari atau dana dengan periode pembayaran maksimum yang diinginkan perusahaan.

Kritetia terima tolak sebagai berikut :

· Terima jika pembayaran kembali periode pembayaran kembali maximum yang diterima.

· Tolak jika pembayaran kembali > periode pembayaran maximum yang diterima.

2.3.2 Metode Net Present Value ( NPV )

Terdapat beberapa pengertian dalam metode Net Present Value yaitu sebagai berikut :

Menurut Bambang Riaanto ( 2001; 245 ) “ nilai bersih sekarang proyek memberikan ukuran nilai bersih proposal investasi dalam nilai uang pada saat sekarang, perlu digunakan discount rate yang dapat ditentukan nerdasarkan cost of capital. Cost of capital dimaksudkan konsep yang sangat penting dalam perusahaan. Konsep cost of capital dimaksudkan untuk menghitung besarnya ongkos riil yang harus dikeluarkan untuk menggunakan dana dari alternative sumber yang ada. Konsep cost of capital ini digunakan untuk menolak atau menerima suatu usul proyak investasi yang berfungsi sebagai hurdle rate yaitu tingkt pembatas.

Nilai bersih sekarang dapat dihitung dengan cara sebagai berikut :




Net Present Value = PV proceed – PV Outlayes

Kriteria terima tolak dalam metode Net Present Value adalah sebagai berikut :

· Jika Net Present Value proyek lebih besar dari PV proceed atau sama dengan 0( nol ), maka akan menerina penerimaan proyek tersebut Proyek ( NPV0.0 : Terima ).

· Jika ada nilai negative muncul maka penerimaan proyek, maka akan menolak proyek ( NPV < 0,0 : Tolak ).

Jika nilai bersih sekarang dari proyek nol, maka proyek tersebut memberikan pengembalian yang sama dengan tingkat tingkat penembalian yang diisaratkan dan harus diterima. Tingkat pengembalian yang disyaratkan atau biaya modal adalah tingkat pengembalian yang dibutuhkan untuk menaskahkan pencarian dana untuk mendanai proyek atau dengan kata lain tingkat pengembalia yang dibutuhkan, untuk mempertahankan harga pasar per saham perusahaan sekarang.

Menurut Kasmir dan Jakfar ( 2003; 157 ) “ Nilai bersih sekarang merupakan perbandingan antara PV kas bersih ( PV of proceed ) dengan PV investasi ( capital outlays ) selam umur investasi. Selisih antara nilai kedua pada PV tersebutlah yang kita kenal dengan Net Presen Value ( NPV ).

2.3.3 Metode Internal Rate of Return ( IRR )

Menurut Bambang Rianto ( 2001; 129 ) “ Internal Rate of Return dapat didefinisikan sebagai tingkat bunga yang akan diterima ( PV of Future Proceed ) sama dengan jumlah nilai sekarang dari pengurangan modal ( PV of capital Outlays ) “. Pada dasrnya internal rate of return itu harus dicari cara “ trial and erroe “ ( dengan serba coba-coba).

Pertama kita menghitung PV dari proceed suatu investasi dengan menggunakan tingkat bunga yang kita pilih menurut kehendak kita. Kemudian hasil perhitungan itu dibandingkan dengan jumlah PV dari out laysnya. Kalau PV proceed lebih besar dari PV outlaysnya kita harus menggunakan tingkat bunga yang lebih tinggi lagi, sebaliknya kalau PV proceed lebih keciloutlaysnya kita harus menggunakan tingkat bunga yang dapat dijadikan PV procced sama besarnya dengan PV outlaysnya. Pada tingkat bunga inilah NPV dari usulan investasi tersebut adalah 0 ( nol ) tau mendekati nol. Besarnya tingkat bunga tersebut mengambarkan besarnya internal rate of return dari usulan investasi tersebut.

Internal rate of return dapat dihitung dengan menggunakan rumus :


Internal rate of return ( IRR ) = Df 1 + NPV ( Df 2- Df 1 ) NPV 1 – NPV 2

Keterangan : Df 1 = Tingkat bunga ke-1

Df 2 = Tingkat bunga ke-2

NPV1 = Net Present Value Positif

NPV2 = Net Present Value Negatif

Kriteria keputusan dengan menggunakan tingkat pengambilan internal proyek adalah menerima proyek jika tingkat pengambilan internalnya lebih besar dari atau sama denagan tingkat pengambilan internalnya kurang dari tingkat pengambilan yang diisaratkan.

Kriteria terima tolak ini dinyatakan kembali sebagai berikut :


Internal rate of return tingkat pengambilan yang diisaratkan : Terima

Internal rate of return < tingkat pengambilan yang diisaratkan : Tolak

Keuntungan serta kelemahan dari internal rate of return yaitu :

Keuntungan :

- mengunakan arus kas.

- memakai nilai waktu uang.

- Konsisten secara umum dengan tujuan perusahaan memaksimumkan kekayaan pemegang saham.

Kelemahan :

- membutuhkan peramalan jangka panjang yang detail mengenai pertambahan keuntungan biaya.

- Meningkatkan Internal rate of return berganda.

- Memeksimumkan arus kas sepanjang usia proyek direinvestasi pada tingkat Internal rate of return.

2.3.4 Metode Profitabiliti Index ( PI )

Indeks keuntungan atau rasio keuntungan atau biaya adalah rasio nilai sekarang dari arus kas bersih pada masa depan terhadap pengeluaran awal .

Walau kriteria ini bersih sekarang investasi memberikan ukuran kelayakan proyek dalam nilai uang yang absolute, maka indeks keuntungan memberikan ukuran relative dari keuntungan bersih masa depannya terhadap biaya awal.

Profitabilitas index dapat dihitung dengan mengunakan rumus :




Profitabilitas Index = PV Proceed

PV Outlay

Kritetia keputusan dengan mengunakan indeks keuntungan adalah menerima proyek jika profitabilitas indeks lebih besar atau sama dengan 1,00 dan menolak proyek jika profitabilitas indeks kurang dari 1,00.




Profitabilitas index ( PI ) 1,0 : Terima

Profitabilitas index ( PI ) < 1,0 : Tolak

Kelemahan dan keuntungan dalam index profitabilitas index adalah sebagai berikut :

Keuntungan profitabilitas index :

- mengunakan arus kas.

- memakai nilai waktu uang.

- Konsisten dengan tujuan perusahaan memeksimumkan kekayaan pemegang saham.

Kelemahan profitabilitas index :

- menumbuhkan peramalan jangka panjang yang detail mengenai pertambahan keuntungan dan biaya.


BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian

Objek penelitian dari penulisan ini adalah Restoran Sederhana di Jl. Raya Pos Pengumben No. 9 Jakarta. Restoran ini didirikan oleh Bapak H. Bustamam pada tahun 1999 dan dikelola oleh Bapak Suriadi yang tidak lain merupakan adik dari bapak H. Bustamam itu sendiri.

3.2 Data / Variabel

Data yang digunakan untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat, maka penulis menggunakan data investasi, data pendapatan, data keuntungan dan tingkat suku bunga.

3.3 Metode Pengumpulan Data

Dalam penulisan ilmiah ini, penulis menggunakan cara dalam pengumpulan data yaitu :

1. Studi Lapangan (Field Research)

Yaitu suatu pengumpulan data informasi primer langsung dari sumber penelitian, adapun cara yang dilakukan adalah sebagai berikut :

a. Observasi, yaitu pengamatan secara langsung pada kegiatan dan proses manajemen yang ada hubungannya dengan permasalahan yang akan dibahas.

b. Wawancara, yaitu pengumpulan data dan informasi dengan cara berkomunikasi langsung dengan pihak-pihak yang berhubungan dengan langsung maupun tidak dengan permasalahan yang akan dibahas.

2. Studi Pustaka (Library Research)

Yaitu suatu pengumpulan data dan informasi sekunder dengan jalan menggunakan buku-buku literature dan tulisan-tulisan ilmiah lainnya yang berhubungan dengan permasalahan yang akan dibahas.

3.4. Alat Analisis Yang Digunakan

Alat analisis yang digunakan dalam penulisan ini adalah Capital Budgeting atau penganggaran modal dengan menggunakan beberapa metode analisis yaitu Payback Period, NPV, Profitability Index dan IRR untuk mengetahui dengan tepat alternatif yang tersedia dan kebijakan yang akan ditempuh dalam menentukan kemajuan perusahaan.

Lalu bagaimana cara kerja dari beberapa alat analisis ini, berikut ini adalah tahapan dalam menyelesaikan metode perhitungan PP, NPV, IRR, dan PI :

Payback Period = Jumlah Investasi x 12 bulan

Jumlah Proceed

Jumlah investasi = Jumlah investasi awal usaha

Jumlah proceed = Jumlah keuntungan + depresiasi (penyusutan)

- Jika Payback Period lebih kecil (<) dari waktu maksimum yang diisyaratkan maka proyek diterima.

- Jika Payback Period lebih besar (>) dari waktu maksimum yang diisyaratkan maka proyek ditolak.

NVP = PV Proceed – PV Outlays

PV Proceed = Jumlah seluruh proceed setelah dikalikan ( x ) tingkat suku bunga

PV Outlays = Jumlah seluruh investasi awal usaha

- Jika NPV positif (+) maka investasi diterima.

- Jika NPV negatif (-) maka investasi ditolak.

PI = Σ PV Proceed

Σ PV Outlays

- Jika PI lebih besar (>) dari 1 maka investasi diterima.

- Jika PI lebih kecil (<) dari 1 maka investasi ditolak.

IRR = Df 1 + NPV ( Df 2- Df 1 )

NPV 1 – NPV 2

Keterangan : Df 1 = Tingkat bunga ke-1

Df 2 = Tingkat bunga ke-2

NPV1 = Net Present Value Positif

NPV2 = Net Present Value Negatif

  • Jika IRR lebih besar (>) dari suku bunga yang diterapkan maka investasi diterima.
  • Jika IRR lebih kecil (<) dari suku bunga yang diterapkan maka investasi ditolak.

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Data dan Profil Objek Penelitian

Pada tahun 1972 berawal dengan nama Rumah Makan Sederhana yang didirikan oleh Bapak H. Bustaman yang terletak di Jl. Bend Hill yang pada saat itu hanya berbentuk warung kecil. Namun dengan kegigihan dan keuletan Bapak H. Bustaman Rumah Makan Sederhana tersebut berubah menjadi Restoran Sederhana, usaha ini terus berkembang. Terbukti Bapak H. Bustaman memperluas usahanya dengan membuka cabang-cabang baru yang berada di Jakarta dan luar kota. Tidak hanya itu saja ia juga membuka cabang baru diluar Negeri seperti Malaysia.

Semua cabang-cabang Restoran Sederhana dikelola oleh keluarga Bapak H. Bustaman. Ia juga mendirikan usahanya di Jl. Raya Pos Pengumben No.9, pada tahun 2001 bersama Bapak Suriadi sebagai pengelola Restoran tersebut, yang tidak lain merupakan adik dari Bapak H. Bustaman itu sendiri. Restoran Sederhana ini berada ditempat strategis yaitu di prapatan Jl. Raya Pos Pengumben, sehingga dapat dilihat setiap orang. Tidak hanya itu harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau, sehingga semua lapisan masyarakat dapat makan di Restoran tersebut.

Dalam perkembangannya sampai saat ini Restoran Sederhana selalu mengalami penambahan kesempurnaan dalam hal pelayanan dan kenyamanan. Itu dilakukan untuk menghadapi persaingan didunia usaha. Tapi Restoran Sederhana mempunyai keunggulan dalam hal rasa makanan dan keragaman produk yang ditawarkan dibanding dengan Restoran atau Rumah Makan lain, sehingga Restoran Sederhana dari dulu sampai sekarang masih diminati oleh konsumen.

4.2 Sumber Data dan Hasil Penelitian

4.2.1 Aspek Pasar dan Pemasaran

Untuk menyesuaikan tujuan dan visi usaha restoran ini, maka perlu diperhatikan berbagai hal yang menunjang berdirinya serta berjalannya usaha restoran ini. Untuk itu perlu kita perhatikan faktor-faktor berikut ini :

  1. Pasar Potensial

Dilihat dari situasi tempat dimana rumah makan ini sangat ramai dan cukup luas, sehingga mempunyai potensi memperoleh jumlah pengunjung yang diinginkan

  1. Lokasi

Restoran ini berada dalam wilayah yang sangat strategis karena berada di daerah yang cukup ramai penduduknya.

  1. Promosi

Dalam hal promosi restoran ini memasang papan nama yang cukup besar yang mudah untuk dilihat orang.

  1. Harga

Restoran ini memberikan barbagai jenis menu makanan dengan harga yang terjangkau, yaitu sebagai berikut :

Menu Makanan Harga

1. Nasi putih Rp. 2.500

2. Rendang Rp. 6.000

3. Ayam bakar / gulai / goreng Rp. 6.500

4. Ikan bakar bawal / goreng Rp. 7.500

5. Ikan mas goreng / gulai Rp. 6.000

6. Kepala kakap Rp. 20.000

7. Kerupuk Rp. 1.500

8. Telor dadar / gulai Rp. 3.000

9. Udang balado Rp. 9.000

10. Tongkol asam pedas Rp. 6.000

11. Kembung bakar Rp. 7.500

12. Cincang kambing Rp. 10.000

13. Dendeng Rp. 6.000

14. Sayur nangka Rp. 4.000

15. Perkedel Rp 3.000

Menu Minuman Harga

1. Teh Botol Rp. 2.500

2. Es teh manis Rp. 2.500

3. Fanta / coca-cola / soda susu Rp. 5.000

4. Coca-cola / Fanta / Sprite Rp. 3.000

5. Aneka juice Rp. 7.000

6. Aqua botol kecil Rp. 2.000

Restoran tersebut memiliki sarana-sarana sehingga pengunjung tidak merasa jenuh, misalnya : Televisi, Kipas Angin, Radio, Lemari es

4.2.2 Aspek Teknik dan Produksi

Umumnya terdapat beberapa alternative dalam proses pembuatan makanan dengan menggunakan bahan baku yang sama untuk menghasilkan menu yang berbeda, misalnya ikan.

Penanganan terhadap limbah produksi yang dihasilkan oleh proses produksi sudah diperhitungkan oleh pemilik dengan petugas kebersihan.

Tabel 2.1

Jadwal kegiatan Restoran Sederhana

HARI

WAKTU

Senin

10.00 – 22.00

Selasa

10.00 – 22.00

Rabu

10.00 – 22.00

Kamis

10.00 – 22.00

Jumat

10.00 – 22.00

Sabtu

10.00 – 22.00

Minggu

10.00 – 22.00

4.2.3 Aspek Hukum, Sosial Ekonomi dan Budaya

Dengan berdirinya restoran ini dapat membantu perekonomian Bapak H. Bustamam dan meningkatkan pendapatan negara ( pendapatan ini diartikan dari pajak pendapatan yang diperoleh dari restoran tersebut ). Dan restoran tersebut dapat memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat setempat untuk bekerja.

Restoran ini memberikan dampak bagi usaha-usaha lain, akan tetapi pesaing-pesaing yang lain sangat terbuka dengan adanya persaingan yang sehat. Dengan begitu situasi wilayah tersebut menjadi ramai dengan adanya persaingan usaha-usaha yang ada, sehingga masyarakat setempat tidak akan kebingungan dalam memilih tempat makan.

Dalam hal hukum restoran ini sudah ada izin dari RT / RW dan kelurahan. Suatu usaha tidak disertai dengan surat-surat pendirian dianggap usaha tersebut tidak layak untuk didirikan ( illegal ).

4.2.4 Aspek Manajemen

Tujuan dari studi kelayakan ini adalah untuk menganalisis perluasan usaha yang telah dicapai oleh restoran sederhana. Pelaksana usaha restoran ini dipimpin oleh Bapak H. Bustamam dan dibantu oleh beberapa karyawan.

4.2.5 Aspek Keuangan

Dalam aspek keangan ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada kelangsungan usaha tersebut, yaitu :

1. Pada tabel investasi penulisan menggunakan depresiasi / penyusutan metode garis lurus, karena perkiraan setiap tahunnya satu barang mengalami penyusutan.

2. Untuk NPV penulis menggunakan pemikiran suku bunga ( r ) 11 % berdasarkan tingkat suku bunga saat ini.

3. Untuk tarif pajak, penulis menggunakan tarif pajak 5 % dikalikan jumlah bruto berdasarkan tingkat suku tarif PPh no.27 tahun 2000 pasal 17.

Untuk menganalisa studi kelayakan restoran sederhana. Kami mencoba menganalisa usaha tersebut dengan modal aliran pengeluaran restoran sederhana.

- Pendapatan per hari = Rp. 2.500.000

- Pendapatan dalam 1 tahun = Rp. 2.500.000 x 12 x 30

= Rp. 900.000.000

,-

@ Biaya-biaya

* Biaya tetap

- Biaya sewa 1 tahun Rp. 3.500.000

- Biaya listrik 150.000 x 12 Rp. 1.800.000

- Biaya telepon 150.000 x 12 Rp. 1.800.000

- Biaya kebersihan 40.000 x 12 Rp. 480.000

- Biaya gaji / tahun Rp. 72.000.000 +

Jumlah biaya tetap Rp. 79.580.000

* Biaya variable

1. Beras 30 kg @ Rp. 5.800 Rp. 174.000

2. Daging 10 kg @ Rp. 46.000 Rp. 460.000

3. Ayam 40 kg @ Rp. 11.000 Rp. 440.000

4. Ikan mas 1 kg @ Rp. 15.000 Rp. 15.000

5. Ikan kakap 1,5 kg @ Rp. 28.000 Rp. 42.000

6. Ikan tongkol 1,5 kg @ Rp. 16.000 Rp. 24.000

7. Ikan kembung 0,5 kg @ Rp. 17.000 Rp. 8.500

8. Ikan bawal 0,5 kg @ Rp. 27.000 Rp. 13.500

9. Cumi 1 kg @ Rp. 26.000 Rp. 26.000

10. Telor 4 kg @ Rp. 10.500 Rp. 42.500

11. Udang 1 kg @ Rp. 30.000 Rp. 30.000

12. Ati 1 kg @ Rp. 17.000 Rp. 17.000

13. Kentang 2 kg @ Rp. 5.000 Rp. 10.000

14. Cabe ijo 6 kg @ Rp. 7.000 Rp. 42.000

15. Cabe merah 1 kg @ Rp. 13.000 Rp. 13.000

16. Minyak goreng 8 kg @ Rp. 4.600 Rp. 36.000

17. Minyak tanah 60 ltr @ Rp. 2.650 Rp. 159.000

18. Sayur nangka 10 kg @ Rp. 2.000 Rp. 20.000

19. Bumbu Rp. 110.000

20. Gula pasir 5 kg @ Rp. 5.900 Rp. 29.500

21. Teh Rp. 10.000

22. Tissue Rp. 5.000

23. Kertas bungkus Rp. 10.000

24. Minuman 2 krat Rp. 55.000 +

Jumlah biaya per hari Rp. 1.791.000

Jumlah dalam 1 tahun ( Rp. 1.791.000 x 12 x 30 ) Rp.644.760.000,-

Biaya – biaya :

Biaya tetap Rp 79.580.000

Biaya variabel Rp 1.791.000 +

Jumlah biaya Rp 81.371.000 -

Laba kotor Rp 563.389.000

Pajak (5%x 563.389.000) Rp 28.169.450 –

Laba bersih Rp 535.219.550

Depresiasi Rp 1.350.000 +

Proceed Rp 536.569.550

Tabel 2.3

Investasi Restoran Sederhana

Nama Barang

Jumlah Barang

Harga Per unit

Total Harga

Nilai Residu

Umur Ekonomis

Depresiasi

Kompor Gas

1 unit

400.000

400.000

250.000

2 tahun

75.000

Tabung Gas

1 unit

250.000

250.000

100.000

2 tahun

75.000

Kipas Angin

2 unit

300.000

600.000

250.000

1 tahun

500.000

Televisi

1 unit

2.000.000

2.000.000

1.000.000

5 tahun

200.000

Kursi

25 buah

50.000

1.250.000




Meja

6 buah

75.000

450.000




Piring

8 lusin

25.000

200.000




Gelas

6 lusin

15.000

90.000




Sendok

7 lusin

12.000

84.000




Garpu

7 lusin

12.000

84.000




Mangkok

4 lusin

20.000

80.000




Penggorengan

3 buah

150.000

450.000




Taplak

8 helai

5.000

40.000




Lemari Kaca

2 unit

800.000

1.600.000




Serbet

30 helai

2.000

60.000




Tempat Tisu

6 buah

5.000

30.000




Sapu

2 buah

15.000

30.000




Kalkulator

2 unit

150.000

300.000




Tempat Sendok

6 buah

5.000

30.000




Rak piring

1 unit

200.000

200.000




Rice Cooker

1 unit

250.000

250.000




Kaca

2 unit

50.000

100.000




Asbak

6 buah

5.000

30.000




Termos

2 buah

30.000

60.000




Alat Pemadam

1 unit

1.000.000

1.000.000

500.000

1 tahun

500.000

Meja Kasir

1 unit

500.000

500.000




Tirai

2 meter

15.000

30.000




Lemari Makan

1 unit

300.000

300.000




Total Investasi


6.641.000

10.758.000

1.950.000


1.350.000

a. Analisis Payback Period (PP)

Pada metode Payback Period waktu adalah sebagai hasil dari metode ini. Jika diketahui investasi netto usaha ini adalah Rp. 10.758.000. Maka pengembaliannya akan diperhitungkan sebagai berikut :

Rumus = PV Investasi x 12 bulan

Proceed

PP = Rp. 10.758.000 x 12 = 0 bulan 22 hari

Rp. 536.569.550

Dari perhitungan diatas dapat diketahui bahwa dalam 1 tahun 10 bulan peternakan ikan lele ini dapat mengembalikan investasinya.

b. Analisis Net Present Value (NPV)

Dalam sebuah investasi akan ada nilai sekarang dari uang yang ditanamkan dalam arus kas yang berjalan. berikut perhitungan NPV untuk mengetahui nilai bersih sekarang dari investasi ditanamkan pada usaha perternakan ikan lele dengan tingkat suku bunga sebesar 11 % sebagai dasar tingkat suku bunga pinjaman.

Rumus : NPV = PV Proceed – PV Outlay

PV Proceed = 3,6959 x 16.128.000 = Rp 59.607.475

PV Outlay ( investasi ) = Rp 30.500.000 –

= Rp 29.107.475 NPV 1

Karena NPVnya diketahui hasilnya positif maka usulan investasi ini dapat diterima

c. Analisis Profitabilitas Indeks (PI)

Layak tidaknya suatu proyek untuk dilaksanakan dapat pula diketahui dengan cara menganalisa tingkat profitabilitasnya (Profitabiliti Index), apabila tingkat provitabilitas <> 1,00 maka investasi Peternakan Ikan Lele diterima.

PI = PV Proceed

PV Outlays

PI = 59.607.475

30.500.000

= 1,95

karena PI > 1,00 maka usulan investasi ini dapat diterima.

d. Analisis Internal Rate of Return (IRR)

Kriteria keputusan dengan mengunakan tingkat pengambilan internal proyek adalah menerina proyek jikan pengembalian internalnya lebih besar dari atau sama dengan tingkat pengembalian yang diisyaratkan, proyek akan diterma. Untuk menghitung IRR penilis menggunakan tingkat bunga sebesar 14%, lebih besar dari tingkat bunga sebelumnya sebesar 11%,dengan mengunakan table A-2 Dapat menghitung NPVnya:

PV Proceed = 3,4331x 16.128.000 = 55.369.036

PV Outlay = 30.500.000 –

= 24.869.036 NPV 2

Table 4.2

Interpolasi

Tingkat Bunga

Present Value

11 %

14 %

Rp 59.607.475

Rp 55.369.036

3 %

Rp 4.238.439

IRR = Tingkat Bunga 1 + NPV1 x ( Tingkat Bunga 2 – Bunga 1 )

NPV 1 – NPV 2

IRR = 11% + 29.107.475 x ( 14% - 11% )

29.107.475 - 24.869.036

IRR = 11% + 29.107.475 x 3 %

4.238.439

= 11% + 20,58%

= 31,58%

Dari hasil perhitungan diatas dengan menggunakan analisis Internal Rate of Return diketahui jumlahnya sebesar 31,58 % lebih besar dari tingkat bunga yang telah ditetapkan yaitu 11 %.

4.3 Rangkuman Hasil Penelitian

Table 4.3

Rangkuman Hasil Penelitian

Metode Penelitian

Hasil Penelitian

Keterangan

Payback period adalah

suatu period yang diperlukan dapat menutup kembali pengeluaran investasi dengan menggunakan proceed atau aliran kas neto

1 Tahun 10 Bulan

Layak karena lebih cepat dari waktu yang diisyaratkan yaitu 5 Tahun

Net present Value adalah selisih antara PV Procced dengan PV outlays selama umur investasi

Rp 29.107.475

Karena hasilnya positif maka usulan pembukaan perternakan ikan lele diterima

Profitabilitas index adalah Metode ini menghitung perbandingan antara nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih dimasa datang dengan nilai sekarang investasi.

1,95

Karena lebih dari 1 maka peternakan ikan lele diterima

Internal Rate of Return adalah mencari tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan dimasa datang

31,58 %

Karena IRR lebih besar dari tingkat bunga yang disyaratkan yaitu 11 % maka usulan pembukaan cabang peternakan ikan lele ini diterima

Keterangan : Data sudah diolah

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, maka dari aspek keuangan usulan pembukaan cabang baru pada usaha perternakan ikan lele “ layak “ direalisasikan.