Selasa, 01 Maret 2011

Artikel tentang akuntansi

AKUNTANSI

Gambaran Umum

Perubahan yang cepat dalam masyarakat kita telah menyebabkan semakin

kompleksnya pengelolaan badan usaha atau perusahaan. Di samping itu adanya

peningkatan aktivitas usaha suatu perusahaan baik yang profit motif maupun yang

non profit motif dirasakan sebagai beban yang berat. Oleh karena itu agar semua

kegiatan usaha dapat berjalan dengan baik dan lancar, suatu perusahaan memerlukan

informasi mengenai keadaan seluruh kegiatan perusahaan secara cepat dan dapat

diandalkan.

Salah satu informasi yang sangat penting dan diperlukan oleh perusahaan adalah

informasi mengenai keadaan keuangan dan hasil usaha yang telah dicapai. Informasi

yang menyajikan keadaan tersebut dikenal sebagai akuntansi.

Informasi Akuntansi

Anda tentu mempunya konsep dan gambaran umum tentang apa yang dilakukan oleh

seorang akuntan. Akuntan mengambil informasi tentang transaksi dan kejadian dalam

bisnis dan meringkas aktivitas tersebut ke dalam laporan yang digunakan oleh pihakpihak

yang tertarik dan berkepentingan dalam dunia usaha (business entity). Namun

anda belum tentu menyadari bahwa pekerjaan seorang akuntan sangat kompleks dan

rumit, dibutuhkan kecakapan pengetahuan teknis dan kemampuan pengukuran yang

hanya bisa diperoleh dari studi yang intensif dalam ilmu akuntansi..

Memang kenyataannya mempelajari akuntansi bukanlah hal yang mudah, namun bila

anda bersungguh-sungguh maka anda terkejut tentang apa yang akan temukan dan

dapatkan dalam akuntansi. Pengetahuan tentang akuntansi merupakan hal yang sangat

bernilai menuju kesuksesan bisnis.

Definisi Akuntansi

Akuntansi merupakan kumpulan konsep dan teknik yang digunakan untuk mengukur

dan melaporkan informasi keuangan dalam suatu unit usaha ekonomi. Informasi

akuntansi sangat potensial untuk dilaporkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan,

seperti: manajer perusahaan, pemilik, kreditur, pemerintah, analisis keuangan dan

karyawan. Manajer perusahaan membutuhkan informasi akuntansi untuk pengambilan

keputusan manajerial dan bisnis, Investor tentunya dalam ekspektasi dan harapan

terhadap hasil investasinya dalam bentuk hasil usaha dan keuntungan (deviden),

kreditur berkepentingan terhadap kemampuan bayar terhadap kewajiban perusahaan

dalam menyelesaikan pinjamannya, pemerintah memerlukan informasi terhadap pajak

dan regulasi (peraturan), analis keuangan menggunakan akuntansi untuk dasar

menyatakan opini (pendapat) terhadap investasi yang akan direkomendasikan,

karyawan berharap ingin bekerja di perusahaan yang mampu untuk mendukung

pengembangan karir dan penghasilan yang lebih baik.

Untuk mengetahui akuntansi secara lebih mendalam sebaiknya mengerti terlebih

dahulu definisi atau batasan akuntansi. Berikut di bawah ini adalah beberapa definisi

akuntansi:

AICPA (American Institute of Certified Public Accountans) pada tahun 1941,

mendefinisikan akuntansi sebagai :

“seni mencatat, menggolongkan dan meringkas transaksi dan kejadian yang

bersifat keuangan dengan cara tertentu dan dalam bentuk satuan uang, serta

menafsirkan hasil-hasilnya.”

Dari definisi ini ada 3 aspek penting yaitu :

1. Akuntansi adalah suatu proses, yaitu proses pencatatan, penggolongan dan

peringkasan transaksi.

2. Akuntansi memproses transaksi keuangan dengan cara yang mempunyai

pola tertentu (bukan sembarang atau acak-acakan) dan mengunakan satuan

uang sebagai alat pengukur.

3. Akuntansi tidak sekadar proses pencatatan, penggolongan dan peringkasan

belaka, melainkan meliputi juga penafsiran terhadap hasil dari prosesproses

tersebut.

Definisi lain dinyatakan oleh Accounting Principles Board (APB) tahun 1970:

“Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa. Fungsinya menyajikan informasi

kuantitatif tentang lembaga-lembaga ekonomi, terutama yang bersifat

keuangan, yang bertujuan agar berguna dalam pengambilan keputusan

ekonomis.”

Definisi menurut American Accounting Association tahun 1966, adalah sebagai

berikut :

“proses mengenali , mengukur dan mengkomunikasikan informasi ekonomi

untuk memperoleh pertimbangan dan keputusan yang tepat oleh pemakai

informasi yang bersangkutan.”

Definisi ini mengandung dua pengertian:

1. Kegiatan Akuntansi, bahwa akuntansi merupakan proses yang terdiri dari

identifikasi, pengukuran dan pelaporan informasi ekonomi.

2. Kegunaan Akuntansi, bahwa informasi ekonomi yang dihasilkan oleh

akuntansi diharapkan berguna dalam penilaian dan pengambilan keputusan

mengenai kesatuan usaha yang bersangkutan.

Dan definisi yang lainnya adalah menurut George A. Mac Farland :

“Akuntansi adalah suatu seni pencatatan, penggolongan, penyajian, serta

penafsiran secara sistematis dari data keuangan perusahaan atau

perseorangan.”

Dari definisi ini dapat ditarik pengertian bahwa :

1. Prosedur-prosedur yang digunakan dalam akuntansi adalah mencatat,

menggolongkan, menyajikan dan menafsirkan.

2. Sasaran dari akuntansi adalah data keuangan atau peristiwa yang bersifat

finansial.

3. Prosedur mencatat, menggolongkan, dan menyajikan data keuangan

haruslah disusun secara sistematis, sehingga dapat digunakan untuk

menafsirkan dan membuat analisis terhadap laporan yang dibuat.

Kegunaan Informasi Akuntansi

Menghasilkan informasi yang berguna bagi pihak-pihak yang menyelenggarakan

maupun pihak-pihak diluar perusahaan. Kegunaan ini berhubungan dengan proses

pengambilan keputusan dan pertanggungjwaban.

Pemakai Informasi Akuntansi

Informasi akuntansi digunakan oleh banyak pihak atau pengguna dengan masingmasingkepentingannya. Kepentingan antara satu pengguna dengan pengguna lainnya

tidak sama sehingga informasi yang dicaripun berbeda. Para pengguna informasi

akuntansi dapat dikelompokkan ke dalam dua golongan besar, yaitu :

1. Para pengguna yang berkepentingan langsung terhadap perusahaan : pemilik dan

calon pemilik, kreditor dan calon kreditor, manajemen, karyawan dan calon

karyawan dan pemerintah.

2. Para pengguna yang berkepentingan tidak langsung terhadap perusahaan : analis

dan konsultan keuangan, asosiasi dagang dan serikat buruh.

Pekerjaan Akuntan dan Bidang-bidang Akuntansi

Pekerjaan Akuntan

Secara garis besar akuntan dapat digolongkan menjadi:

1. Akuntan Publik, adalah akuntan independen yang memberikan jasa-jasanya

atas dasar pembayaran tertentu. Akuntan publik dapat memberikan jasa

pemeriksaan (audit), jasa perpajakan (tax service), jasa konsultasi manajemen

(management advisory services) dan jasa akuntansi (accounting services)

2. Akuntan Manajemen, adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan

atau organisasi. Tugas yang dikerjakan adalah penyusunan sistem akuntansi,

penyusunan laporan akuntansi kepada pihak intern maupun ekstern

perusahaan, penyusunan anggaran, menangani masalah perpajakan dan

melakukan pemeriksaan intern.

3. Akuntan Pemerintah, adalah akuntan yang bekerja pada badan-badan

pemerintah seperti di departemen, BPKP dan BPK, Direktorat Jenderal Pajak

dan lain-lain.

4. Akuntan Pendidik, adalah akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi

yaitu mengajar, menyusun kurikulum pendidikan akuntansi dan melakukan

penelitian di bidang akuntansi.

Bidang-bidang Akuntansi

Akuntansi saat ini telah berkembang sangat pesat sejalan dengan perkembangan

teknologi dan pertumbuhan ekonomi. Bidang-bidang akuntansi yang penting akan

diuraikan seperti berikut dibawah ini:

1. Akuntansi Umum dan Keuangan (General Accounting / Financial Accounting)

Bidang akuntansi yang secara menyeluruh mencakup fungsi-fungsi pencatatan

transaksi-transaksi serta menyusun laporan keuangan dari catatan-catatan

tersebut.

2. Akuntansi Biaya (Cost Accounting)

Akuntansi dan Tata Buku

Bagi mereka yang awam di bidang akuntansi ataupun mereka yang baru mulai

mempelajari akuntansi sering mencampuradukkan pengertian akuntansi dan tata buku.

Hal ini adalah wajar karena akuntansi sendiri pada awal sejarahnya memang

berpangkal tolak dari bookkeeping atau tata buku. Untuk menghindari salah

pengertian atau mencampuradukkan pengertian akuntansi dengan tata buku perlu

dijelaskan bahwa pada tata buku kegiatan yang ada padanya hanyalah pada fungsi

pencatatan atas data perusahaan dengan demikian pada tata buku tidak ada fungsi

perencanaan sistem dan prosedur pencatatan maupun kegiatan penafsiran dan analisis

terhadap hasil laporan yang dibuat.

Prinsip-prinsip Akuntansi

Laporan keuangan diolah dari ratusan atau ribuan transaksi-transaksi dengan cara

yang sistematis dengan suatu dasar tertentu. Dasar ini dinamakan prinsip-prisip

akuntansi yang lazim (General Accepted Accounting Principles). Justru oleh karena

sifat yang tidak eksak dari akuntansi ini maka diperlukan “prinsip-prinsip akuntansi

yang lazim” . Tanpa adanya prinsip yang berfungsi sebagai patokan atau pedoman ini,

maka kemungkinan masing-masing akuntan akan menggunakan caranya sendiri,

sehingga laporan keuangan yang dihasilkan akan menjadi simpang siur.

Profesi akuntansi telah berusaha mengembangkan sekumpulan standar yang pada

umumnya diterima dan secara universal dipraktikkan. Usaha-usaha itu telah

menghasilkan dipakainya seperangkat aturan dan prosedur umum yang disebut

sebagai prinsip akuntansi berterima umum yang merupaka guideliness (standar) yang

menunjukkan tentang tata cara melaporkan kejadian ekonomis

Minggu, 09 Januari 2011

TUGAS ETIKA PROFESI AKUNTANSIContoh tindakan dari situasi konflik kepentingan antara perusahaan & karyawan minimal 4 dari 8 kategori situasi yang ada

KONFLIK KEPENTINGAN ANTARA PERUSAHAAN DENGAN KARYAWAN

Contoh tindakan dari situasi konflik kepentingan antara perusahaan & karyawan minimal 4 dari 8 kategori situasi yang ada :

1. Segala penjualan pada atau pembelian dari perusahaan yang menguntungkan pribadi. Contohnya perusahaan melakukan pembelian kendaraan untuk oprasional namun ada karyawan yang menggunakan kendaraan untuk kepentingan pribadi, tindakannya sebaiknya perusahaan lebih mengontrol atas kegunaan asset yang dipakai apa sudah sesuai untuk kepentingan perusahaan.

2. Karyawan yang secara sengaja merekrut saudaranya sendiri menjadi rekan bisnis, dengan maksud ketika mengadakan transaksi penting dengan perusahaan, menjadi mudah dalam pembagian keuntungan dari transaksi tersebut tanpa diketahui pihak berkepentingan dalam perusahaan.

3. Konflik di antara staf lini, yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki tugas berbeda. Misalnya antara divisi pembelian bahan baku dan divisi keuangan. Divisi pembelian mengganggap akan efektif apabila bahan baku dibeli dalam jumlah besar dibanding sedikit-sedikit tetapi makan waktu berulang-ulang. Sementara divisi keuangan menghendaki jumlah yang lebih kecil karena terbatasnya anggaran. Misal lainnya antara divisi produksi dan divisi pemasaran. Divisi pemasaran membutuhkan produk yang beragam sesuai permintaan pasar. Sementara divisi produksi hanya mampu memproduksi jumlah produksi secara terbatas karena langkanya sumberdaya manusia yang ahli dan teknologi yang tepat.

4. Segala penerimaan dari keuntungan, dari seseorang / organisasi / pihak ke tiga yang berhubungan dengan perusahaan.Contohnya suatu perusahaan yang memenangkan tander dan mendapatkan keuntungan di dalam perusahaan itu sendiri oleh pimpinannya

Rabu, 24 November 2010

tgs etika yg kedua

1. Contoh - contoh penerapan etika bisnis dalam perusahaan.

Dimanapun kita bekerja, kejujuran, integritas, kepercayaan, saling menghargai dan kerjasama selalu menjadi dasar terciptanya dan selalu terjaganya reputasi bisnis yang sehat.

Etika bisnis terbagi atas 2 bagian:

· Nilai-nilai yang mendasari cara / proses bekerja di Perusahaan
Visi, misi dan nilai-nilai yang berlaku di Perusahaan yang harus dipelihara dengan selalu mempertahankan standar dalam berperilaku

· Etika Bisnis sebagai pedoman cara kita berperilaku di Perusahaan

- Tugas apa saja yang harus kita lakukan?

- Tanggung jawab dari kita

- Bagaimana kita harus berperilaku terhadap orang lain?

- Pelaporan kecurangan, perilaku yang tidak jujur atau perilaku yang tidak pada tempatnya

- Kecurangan, korupsi atau transaksi tidak wajar

- Pertentangan kepentingan atau tugas

- Yang harus dilakukan jika timbul pertentangan

- Memberikan Tanggapan di muka umum

- Menggunakan Informasi

2. Contoh – contoh penerapan moral dalam menjalankan perusahaan:

Moral Bisnis itu diterapkan secara internal dan eksternal. Bisnis yang beretika memperlakukan setiap konsumen dan karyawannya dengan bermartabat dan adil. Moral juga diterapkan di dalam ruang rapat direksi, ruang negosiasi, di dalam menepati janji, dalam memenuhi kewajiban terhadap karyawan, buruh, pemasok, pemodal dll. Singkatnya, ruang lingkup Moral bisnis itu universal.
- Moral Bisnis itu membutuhkan keuntungan. Bisnis yang bermoral adalah bisnis yang dikelola dengan baik, memiliki sistem kendali internal dan bertumbuh. Moral adalah berkenaan dengan bagaimana kita hidup pada saat ini dan mempersiapkan diri untuk masa depan. Bisnis yang tidak punya rencana untuk menghasilkan keuntungan bukanlah perusahaan yang bermoral.
- Moral Bisnis itu berdasarkan nilai. Perusahaan yang bermoral harus merumuskan standar nilai secara tertulis. Rumusan ini bersifat spesifik, tetapi berlaku secara umum. Moral menyangkut norma, nilai dan harapan yang ideal. Meski begitu, perumusannya harus jelas dan dapat dilaksanakan dalam pekerjaan sehari-hari.
- Moral Bisnis itu dimulai dari pimpinan. Ada pepatah, “Pembusukan ikan dimulai dari kepalanya.” Kepemimpinan sangat berpengaruh terhadap corak lembaga. Perilaku seorang pemimpin yang bermoral akan menjadi teladan bagi anak buahnya.

3. Persamaan dan perbedaan anatara IAI dan PII:

A. Persamaan IAI dan PII
Adapun persamaan organisasi profesi IAI dan PII terletak pada fungsi pokok dalam kerangka peningkatan profesionalisme sebuah profesi, yaitu :
1. Mengatur keanggotaan organisasi
Dalam hal ini, organisasi profesi menentukan kebijakan tentang keanggotaan, struktur organisasi, syarat-syarat keanggotaan sebuah profesi dan kemudahaan lebih lanjut lagi menentukan aturan-aturan yang lebih jelas dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.
2. Membantu anggota untuk dapat terus memperbaharui pengetahuan sesuai perkembangan teknologi.
Organisasi profesi melakukan kegiatan-kegiatan yanng bermanfaat bagi anggotanya untuk meningkatkan pengetahuan sesuai perkembangan dan tuntutan masyarakat yang membutuhkan pelayanan profesi tersebut.
3. Menentukan standarisasi pelaksanaan sertifikasi profesi bagi anggotanya.
Sertifikasi merupakan salah satu lambang dari sebuah profesionalisme. Dengan kepemilikkan sertifikasi yang di akui secara nasional maupun internasional maka orang akan melihat tingkat profesionalisme yang tinggi dari pemegang sertifikasi tersebut.
4. Membuat kebijakan etika profesi yang harus diikuti oleh semua anggota.
Etika profesi merupakan aturan yang diberlakukan untuk seluruh anggota organisasi profesi. Aturan tersebut menyangkut hal-hal yang boleh dilakukan maupun tidak serta pedoman keprofesionalan yang digariskan bagi sebuah profesi.
5. Memberi sangsi bagi anggota yang melanggar etika profesi.
Sangsi yang diterapkan bagi pelanggaran kode etik profesi tentunya mengikat semua anggota. Sangsi berfariasi, tergantung jenis pelanggaran dan bisa bersifat internal organisasi seperti misalnya Black List atau bahkan sampai dikeluarkan dari organisasi profesi tersebut.
B. Perbedaan IAI dan PII
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
Merupakan organisasi yang mengatur standar profesionalisme dan aturan etika bagi profesi akutan di indonesia. Keanggotaan dari IAI bersifat sukarela. Dengan menjadi anggota, seorang akuntan mempunyai kewajiban menjaga disiplin diri di atas dan melebihi yang di syaratkan hukum dan peraturan.
Persatuan Insinyur Indonesia (PII)
Merupakan organisasi profesi insinyur indonesia yang terdiri dari anggota-anggota yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang teknik, seperti : teknik mesin, teknik elektro, teknik kimia, dll.




Senin, 22 November 2010

etika bisnis

1.Tuliskan beberapa pengertian etika selain yang dijelaskan minimal 2 ??
etika berasal dari bahasa yunani yaitu ethos yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat kebiasaan di mana etika berhubungan erat dengan konsep individu atau kelompok sebagai alat penilai kebenaran atau evaluasi terhadap sesuatu yang telah dilakukan.

Etika adalah sebuah refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma moral yang menentukan dan terwujudnya dalam sikap dan pola perilaku hidup manusia, baik secara pribadi maupun sebagai kelompok

menurut Magnis Suseno, Etika adalah sebuah ilmun dan bukan sebuah ajaran.Yang memberi kita norma tentang bagaimana kita harus hidup adalah moralitas. Sedangkan etika justru melakukan refleksi kritis atau norma atau ajaran moral tertentu. Atau kita bisa juga mengatakan bahwa moralitas adalah petunjuk konkret yang siap pakai tentang bagaimana kita harus hidup.

Etika adalah perwujudan dan pengejawantahan secara kritis dan rasional ajaran moral yang siap pakai itu.Keduanya mempunyai fungsi yang sama, yaitu memberi kita orientasi bagaimana dan kemana kita harus melangkah dalam hidup ini.

PENGERTIAN ETIKA Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia.

Pengertian Etika, ETIKA berasal dari kata ethos, salahsatu cabang ilmu filsafat oksiologi membahas bidang etika yaitu, tentang:

- nilai keutamaan dan bidang estetika

- nilai-nilai keindahan,

- pemilihan nilai-nilai kebaikan.

ETIK=ETIKA, ethics (Inggris) adalah ilmu tentang kesusilaan yang menentukan bagaimana patutnya manusia hidup dalam masyarakat

2.Contoh etika dan penerapannya dalam masyarakat minimal 5 ??

· Jujur tidak berbohong

· Bersikap Dewasa tidak kekanak-kanakan

· Lapang dada dalam berkomunikasi

· Menggunakan panggilan / sebutan orang yang baik

· Menggunakan pesan bahasa yang efektif dan efisien

· Tidak mudah emosi / emosional

3.Berikan contoh etiket dan penerapannya dalam masyarakat minimal 5 ??

· makan sambil menaruh kaki di atas meja dianggap melanggar etiket dila dilakukan bersama-sama orang lain,

· makan dengan tangan,

· bersenggak sesudah makan.

· Di Indonesia menyerahkan sesuatu harus dengan tangan kanan. Bila dilanggar dianggap melanggar etiket.

· Penipu misalnya tutur katanya lembut, memegang etiket namun menipu.

4.Apa pendapatmu tentang Hidonisme ??

Pendapat saya kita harus menghilangkan hidonisme karena hidonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup. Bagi para penganut paham ini, bersenang-senang, pesta-pora, dan pelesiran merupakan tujuan utama hidup, entah itu menyenangkan bagi orang lain atau tidak. Karena mereka beranggapan hidup ini hanya sekali, sehingga mereka merasa ingin menikmati hidup senikmat-nikmatnya. di dalam lingkungan penganut paham ini, hidup dijalani dengan sebebas-bebasnya demi memenuhi hawa nafsu yang tanpa batas. Dari golongan penganut paham inilah muncul Nudisme (gaya hidup bertelanjang). Pandangan mereka terangkum dalam pandangan Epikuris yang menyatakan,"Bergembiralah engkau hari ini, puaskanlah nafsumu, karena besok engkau akan mati".